BPBD Barsel Respons Cepat Warga Gagutur Hilang di Hutan Berhasil Ditemukan Selamat

Barito Selatan ||Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan bergerak cepat menindaklanjuti laporan hilangnya seorang warga Desa Gagutur bernama Sumarni (64), atau yang akrab disapa Mamah Tetes, pada Jumat, 23 November 2025 sekitar pukul 20.14 WIB.

Menurut keterangan keluarga, Sumarni yang diketahui memiliki gangguan kejiwaan meninggalkan rumah tanpa pamit dan berjalan menuju area kebun. Seorang tetangga sempat melihatnya pada pukul 08.15 WIB dengan membawa tas lanjung menuju arah perkebunan.

Hingga sore hari, Sumarni tak kunjung kembali. Pihak keluarga melakukan pencarian awal di sekitar kebun, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaannya. Diduga, Sumarni terus berjalan masuk ke dalam kawasan hutan yang berada tidak jauh dari permukiman.

Karena hari semakin gelap dan kekhawatiran meningkat, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barito Selatan untuk mendapatkan bantuan pencarian.

Setelah menerima laporan, TRC BPBD langsung berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD. Kalaksa kemudian menginstruksikan Plt. Sekretaris BPBD untuk turun sebagai komandan regu di lapangan menuju lokasi kejadian.

Koordinasi pencarian dilakukan bersama pihak keluarga. Mengingat kondisi malam semakin larut, operasi lanjutan direncanakan akan dilakukan keesokan harinya, Sabtu, 24 November 2025.

Namun, pada pukul 23.29 WIB, kabar baik datang. Pihak keluarga berhasil menemukan Sumarni di dalam kawasan hutan, sekitar ±10 kilometer dari rumahnya, dalam keadaan selamat.( RED)


 

Harapan Baru bagi Lansia Pemkab Barsel Mulai Layanan Operasi Katarak Gratis

Barito Selatan || Pemerintah Kabupaten Barito Selatan kembali menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan operasi katarak gratis bertema “Satu Cahaya, Berjuta Cerita” di UPT Labkesda Barito Selatan, Senin (24/11/2025). Program ini terlaksana berkat kerja sama Dinas Kesehatan dengan PT Adaro Indonesia dan PT Saptaindra Sejati.

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Barito Selatan, Dr. Ita Minarni, ST., MT. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak yang telah menghadirkan layanan kesehatan gratis ini bagi masyarakat, khususnya para lansia.

“Di Barito Selatan, banyak orang tua yang mengalami katarak namun tidak memiliki kemampuan untuk berobat. Dengan kondisi usia lanjut dan keterbatasan ekonomi, mereka menghadapi banyak hambatan untuk mengakses layanan kesehatan,” ujar Ita dalam sambutannya.

Ita juga mengapresiasi dukungan perusahaan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk fasilitas mobil layanan kesehatan milik PT Adaro Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas tersebut untuk menjangkau pelayanan hingga ke wilayah terpencil.

“Kami berharap pelayanan seperti ini dapat langsung hadir di kecamatan dan desa. Dengan demikian, pasien tidak perlu menempuh perjalanan jauh pascaoperasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ita meminta Dinas Kesehatan dan RSUD untuk memperkuat sarana dan prasarana operasi katarak mulai tahun 2026. Ia mendorong agar layanan tersebut dijadikan agenda rutin dan tetap gratis bagi masyarakat tidak mampu.

“Para lansia penderita katarak adalah generasi yang dulu berkontribusi besar bagi pembangunan Barito Selatan. Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk membantu mereka memperoleh kembali kualitas penglihatan yang baik,” ujarnya.

Ita menambahkan bahwa Pemkab Barsel telah menetapkan anggaran prioritas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk layanan jemput bola oleh tenaga medis dan layanan administrasi kependudukan yang langsung mendatangi masyarakat.

“Di kecamatan sudah tersedia tenaga dokter. Peralatan dan tim dapat disiapkan dari rumah sakit untuk mendukung pelayanan yang lebih merata,” tutupnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, pemerintah berharap semakin banyak warga yang terbantu, sehingga angka kebutaan akibat katarak di Barito Selatan dapat ditekan secara signifikan.( Red)