Konten Kreator TikTok Soroti Cat Jalur Biru di Palangka Raya, Gubernur Minta Proyek Dievaluasi

PALANGKA RAYA – Proyek pengecatan jalur berwarna biru di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas oleh sejumlah konten kreator di media sosial TikTok. Dalam beberapa video yang beredar, kondisi cat disebut mudah memudar dan mengelupas saat terkena hujan.

Sorotan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Ia menegaskan akan meminta penjelasan dari dinas terkait mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Menurut Agustiar, setiap pekerjaan infrastruktur harus melalui perencanaan yang matang agar kualitas hasil pekerjaan sesuai standar dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Perencanaan harus dipersiapkan dengan baik dan tidak dilakukan secara asal-asalan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Gubernur juga menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap proyek jalur biru tersebut. Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, pemerintah akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, video mengenai jalur biru di Palangka Raya terus ramai diperbincangkan warganet di TikTok dan media sosial lainnya. Selain mempertanyakan fungsi jalur tersebut, masyarakat juga menyoroti kualitas cat yang dinilai cepat rusak.( RED)

 

Posyandu “Semenjak Maju” Desa Janggi Rutin Layani Kesehatan Ibu dan Anak

BARITO SELATAN – Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) “Semenjak Maju” di Desa Janggi Kecamatan Karau Kuala kembali dilaksanakan pada Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu hamil, balita, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari pelayanan kesehatan rutin bagi warga desa.

Dalam kegiatan itu, para tenaga kesehatan (nakes) bersama kader Posyandu melakukan penimbangan berat badan balita, pengukuran lingkar kepala, pemeriksaan tumbuh kembang anak, serta pemberian makanan tambahan bergizi.

Ketua TP PKK Desa Janggi, Lailatul Rida, mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau kesehatan ibu dan anak sejak dini.

“Posyandu bukan hanya kegiatan penimbangan berat badan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kesehatan dan pencegahan stunting bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Posyandu Desa Janggi, Firda, menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu terus meningkat setiap bulannya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak semakin baik.

Selain pemeriksaan kesehatan, para orang tua juga diberikan edukasi mengenai pola makan sehat, pentingnya imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Kegiatan Posyandu “Semenjak Maju” diharapkan dapat terus berjalan secara rutin sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung terciptanya generasi yang sehat dan bebas stunting di Desa Janggi.

Jurnalis : AHMAD ALDI BARITO