SEJARAH KELUARGA BESAR LABAI BURAHIM (NAYAN) DAN SARINA
Dari Desa Ipu Mea hingga Desa Janggi
Read More SEJARAH KELUARGA BESAR LABAI BURAHIM (NAYAN) DAN SARINA
Dari Desa Ipu Mea hingga Desa Janggi
Read More SEJARAH KELUARGA BESAR LABAI BURAHIM (NAYAN) DAN SARINA
BARITO SELATAN||Isak haru dan tangis bahagia keluarga mewarnai penyambutan jemaah haji asal Kabupaten Barito Selatan yang tiba di Masjid Agung Baiturrahman, Jalan Pelita Raya, Buntok, Senin (15/6/2026). Momen pertemuan kembali setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci menjadi suasana yang penuh emosional dan rasa syukur.
Satu per satu jemaah haji disambut oleh keluarga yang telah menunggu sejak pagi. Pelukan hangat, air mata kebahagiaan, dan ucapan syukur terdengar di berbagai sudut lokasi penyambutan.
Kepulangan jemaah haji tahun ini memiliki makna tersendiri di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang menjadi perhatian dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah. Meski demikian, seluruh jemaah haji asal Indonesia, khususnya dari Kabupaten Barito Selatan, dapat melaksanakan ibadah dan kembali ke tanah air dengan selamat.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Barito Selatan tiba dalam keadaan sehat dan selamat. Ini merupakan nikmat yang patut disyukuri bersama,” ujar salah seorang keluarga jemaah di lokasi penyambutan.
Acara penyambutan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah haji dan berharap mereka menjadi haji yang mabrur. Selain itu, pemerintah daerah juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan para jemaah ke daerah.
Penyambutan berlangsung dengan tertib dan khidmat, ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keselamatan dan kesehatan para jemaah yang telah kembali ke kampung halaman.
JURNALIS : AHMAD ALDI BARITO
BARITO SELATAN – Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang saat memancing di wilayah Belanti, Desa Muara Arai, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, resmi berakhir setelah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa, (2/6/2026).
Korban diketahui bernama Titin Suriance (64), warga Jalan Kaladan Nomor 39, Kelurahan Hilir Sper, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Korban yang akrab disapa Mama Topan itu ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama enam hari di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus In’Yulius, S.T., M.T., mengatakan bahwa laporan kehilangan korban diterima pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB melalui layanan pengaduan BPBD.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat memancing sekitar pukul 06.00 WIB bersama sejumlah kerabat. Setibanya di kawasan Belanti, korban dan anggota rombongan menggunakan perahu masing-masing untuk mencari lokasi memancing.
“Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, korban masih terlihat dalam kondisi baik. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga menyadari korban sudah tidak berada di lokasi dan tidak dapat ditemukan,” ujar Agus.
Menurut Agus, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya sedang dalam kondisi kurang sehat dan memiliki riwayat hipertensi.
Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Barito Selatan segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan keluarga serta warga setempat. Operasi pencarian kemudian dilakukan bersama unsur gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, keluarga korban, dan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan operasi pencarian, tim gabungan mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, antara lain perahu penyelamat, perlengkapan pertolongan pertama, tandu, alat penerangan, serta pesawat tanpa awak (drone) untuk membantu pemantauan dari udara.
Pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di wilayah Belanti, Desa Muara Arai. Selanjutnya, jenazah dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Jalan Kaladan Nomor 39, Kelurahan Hilir Sper, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam operasi pencarian, termasuk unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat yang turut membantu sejak hari pertama pencarian,” kata Agus.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai dan ditutup.
JURNALIS : AHMAD ALDI BARITO
SUMBER. : Humas BPBD Kabupaten Barito Selatan
BARITO SELATAN ||Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Selatan mulai melaksanakan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) gelombang pertama, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang berlangsung selama 10 hari hingga 11 Juni 2026.
Pelatihan petugas lapangan dibagi dalam tiga gelombang, dengan durasi masing-masing selama tiga hari. Gelombang pertama dilaksanakan pada 2–4 Juni 2026.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pelatihan digelar di dua lokasi di Kota Buntok, yakni Hotel Lutfan dan Hotel Mulya Kencana. Di Hotel Lutfan, kegiatan diikuti 28 orang yang terdiri dari peserta dan panitia. Sementara di Hotel Mulya Kencana terdapat 24 peserta dan panitia yang mengikuti pelatihan.
Selama pelatihan, peserta menerima materi terkait konsep dasar, definisi operasional, hingga teknis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pembekalan tersebut diberikan sebagai persiapan sebelum petugas terjun melakukan pendataan di lapangan.
Secara keseluruhan, pelatihan SE2026 di Kabupaten Barito Selatan terbagi dalam lima kelas, yaitu Kelas A, B, C, D, dan E. Seluruh kelas akan mengikuti pelatihan secara bertahap dalam tiga gelombang di dua lokasi yang telah ditentukan.
Kepala BPS Kabupaten Barito Selatan, Budi Wibowo, S.ST., M.Si., melalui Ketua Tim Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 Barito Selatan, Eka Restuti Fajarina, S.ST., menegaskan pentingnya keseragaman pemahaman seluruh petugas dalam pelaksanaan sensus.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan memastikan setiap petugas memiliki pemahaman yang sama terhadap metodologi dan prosedur pendataan. Dengan demikian, data yang dihasilkan diharapkan akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Barito Selatan.
Jurnalis: Ahmad Aldi Barito
BARITO SELATAN ||Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di halaman Kantor Bupati Barito Selatan, Senin (1/6/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti unsur Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Usai upacara, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan, Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., menyatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar negara sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Menurut Ita, Pancasila bukan sekadar fondasi negara, melainkan juga landasan utama dalam menjalankan roda pemerintahan serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
”Hari ini, 1 Juni, kita melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila. Melalui peringatan bersejarah ini, kita diingatkan kembali bahwa ada lima sila yang harus dipatuhi dan dijadikan pedoman, baik dalam menjalankan pemerintahan maupun kehidupan bernegara,” ujar Ita kepada awak media.
Ia menjelaskan, implementasi nilai-nilai Pancasila sangat krusial, terutama bagi aparatur pemerintah yang bertugas melayani masyarakat. Semangat gotong royong, keadilan sosial, persatuan, dan musyawarah harus melandasi setiap kebijakan serta pelayanan publik.
Lebih lanjut, Ita menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat persatuan, lanjutnya, harus diperkuat agar berbagai tantangan bangsa dapat dihadapi bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Ita juga menyinggung kondisi ekonomi global yang saat ini masih dinamis akibat pengaruh faktor internasional. Menurutnya, situasi geopolitik dan konflik di beberapa wilayah dunia turut berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan tetap optimistis kondisi ekonomi nasional dan daerah akan terus membaik. Optimisme tersebut harus dibarengi dengan kerja keras, kebersamaan, serta komitmen menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
”Kita berharap dan berdoa agar berbagai konflik di dunia segera berakhir, sehingga kondisi ekonomi membaik, harga-harga lebih stabil, dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat,” kata Ita.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu kekhawatiran berlebih terkait kondisi ekonomi. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memercayakan langkah-langkah strategis penjagaan kesejahteraan kepada pemerintah.
Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di Kabupaten Barito Selatan ini diharapkan menjadi momentum konkret untuk memperkokoh persatuan. Melalui pengamalan Pancasila secara nyata, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi mewujudkan pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Jurnalis : AHMAD ALDI BARITO
PALANGKA RAYA – Proyek pengecatan jalur berwarna biru di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas oleh sejumlah konten kreator di media sosial TikTok. Dalam beberapa video yang beredar, kondisi cat disebut mudah memudar dan mengelupas saat terkena hujan.
Sorotan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Ia menegaskan akan meminta penjelasan dari dinas terkait mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Menurut Agustiar, setiap pekerjaan infrastruktur harus melalui perencanaan yang matang agar kualitas hasil pekerjaan sesuai standar dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Perencanaan harus dipersiapkan dengan baik dan tidak dilakukan secara asal-asalan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Gubernur juga menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap proyek jalur biru tersebut. Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, pemerintah akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, video mengenai jalur biru di Palangka Raya terus ramai diperbincangkan warganet di TikTok dan media sosial lainnya. Selain mempertanyakan fungsi jalur tersebut, masyarakat juga menyoroti kualitas cat yang dinilai cepat rusak.( RED)